Potensi Wisata Keindahan Bawah Laut  Desa Kapitu di Minati Wisatawan Dunia “Underwater Photographer Kapitu 2025”

Oplus_131072

Minsel, MGN – Mengangkat Potensi wisata selam Desa Kapitu kepanggung dunia perairan teluk Kapitu menjadi pusat perhatian dunia fotografi bawah laut melalui kegiatan Underwater Photographer Gathering Kapitu tahun-2025, Sebuah agenda explorasi keindahan wisata bahari yang di inisiasi oleh Asosiasi Profesi Fotograder Indonesia (APFI) dan manengkel solidaritas, serta disponsori oleh Global Nature Fund. Kegiatan ini di hadiri oleh para Maestro Fotografer bawah laut Sulawesi Utara, serta perwakilan berbagai resort, diving centte, dan dive club, termasuk Cocotinus resort, Grand Luley Hotel, Boboca Dive Club, dan sejumlah foto grader Profesional lainya. Mereka bersama-sama melakukan rangkaian Wide dive Dan macro dive untuk mendukementasikan potensi bawah laut desa Kapitu. Sabtu, 29/11/2025.

Kegiatan ini di laksanakan di pantai teluk desa Kapitu, sepanjang Explorasi, para peserta menemukan hamparan karang yang sehat, tanpa indikasi pemutihan atau coral bleaching, serta berbagai spot makro dan landscape yang berpotensi menjadi daya tarik utama bagi penyelam sekaligus fotografer profesional. Temuan ini mempertegas bahwa Kapitu memiliki karekteristik unik yang layak di promosikan sebagai destinasi selama kelas dunia, turut hadir juga dari pemerintah kabupaten Minahasa Selatan oleh dinas pariwisata, kepala kecamatan Amurang Barat, Pemdes desa Kapitu, BPD, toko masyarakat, toko agama dan seluruh masyarakat desa Kapitu.

Salam sesi talk show, para maestro berbagi pandangan mengenai peluang desa kapitu menjadi tujuan wisata selam unggulan Minahasa Selatan melengkapi popularitas bunakan dan selat lembe. Tegas Ben Sarindah “yang sudah baik jangan sampai rusak. Sampa bawah laut harus di bersihkan, turis datang untuk melihat keindahan, bukan sampah-sampah. Sementara itu Anwar dari Grand Luley menambakan, bahwa selain terumbu karangnya , Kapitu memiliki panorama matahari terbenam yang bernilai jual tinggi, sehingga perlu di dukung promosi intensif dari pemrinta desa Kapitu dan pemerinta kabupaten Minahasa Selatan.

Nelson Uada dari Boboca Dive Club menekankan pentingnya kemudahan akses serta pelatihan pemuda desa sebagai pemandu Wisata selam profesional dan pihak ya siap bekerja sama mendukung pelatihan tersebut. Merry Karowan juga menyampaikan kesiapannya mengangkat keindahan karang Kapitu sebagai motif batik dalam produk yang ia kembangkan

Kegiatan hari ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Inisiatif ini menjadi langka awal membangun jejaring promosi bersama antara komunitas fotografer, pelaku industri parawita, dan pemerintah desa, dengan tujuan menjadikan desa Kapitu sebagai destinasi selam yang berkualitas ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. (Gemy S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *