SMAS Aquino Amurang Terapkan Ujian Akhir Sekolah Berbasis Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tahun 2026

Oplus_131072

MGN,Amurang – SMA Aquino Amurang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan Ujian Akhir Sekolah berbasis Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi siswa kelas XII Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif para peserta didik.

Pelaksanaan ujian berbasis KTI ini menuntut siswa untuk menyusun karya ilmiah berdasarkan penelitian sederhana yang relevan dengan bidang studi masing-masing. Selain itu, siswa juga diwajibkan mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.

Kepala SMA Aquino Amurang, Ibu Kansia Meifie Lengkong, S.Pd., MM, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penerapan ujian berbasis KTI ini merupakan upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21.

“Melalui Karya Tulis Ilmiah, kami ingin melatih siswa untuk mampu berpikir sistematis, melakukan analisis, serta menyampaikan ide secara ilmiah. Ini bukan hanya ujian, tetapi juga bekal penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Lengkong.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa metode ini juga menjadi sarana untuk mengukur kompetensi siswa secara lebih komprehensif, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga keterampilan dan sikap ilmiah.

Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat serius mempresentasikan hasil penelitian mereka, mulai dari topik sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Dewan penguji yang terdiri dari guru-guru berkompeten memberikan penilaian secara objektif berdasarkan kualitas karya dan kemampuan presentasi siswa.

Dengan penerapan Ujian Akhir Sekolah berbasis KTI ini, SMA Aquino Amurang diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

Program ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu meningkatkan mutu pendidikan serta menumbuhkan budaya literasi dan penelitian di kalangan siswa sejak dini.(Andrey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *